Polrestabes Surabaya Siapkan 22 Titik Kanalisasi Untuk Pelayanan Pengamanan May Day 2026
SURABAYA
- Menjelang momentum Hari Buruh Internasional atau May Day 2026
Polrestabes Surabaya merancang strategi rekayasa lalu lintas berbasis
kanalisasi di 22 titik krusial, terutama di persimpangan padat dan
lokasi putar balik (U-turn).
Langkah ini demi kelancaran, keamanan dan kenyamanan masyarakat pada momen peringatan May Day ‘26
Dngan
pendekatan dan pelayanan pengamanan yang lebih sistematis dan terukur,
Polrestabes Surabaya Polda Jatim mengedepankan kelancaran mobilitas
masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan kegiatan penyampaian
aspirasi.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan
melalui Waka Polrestabes AKBP Rosyid Hartanto mengatakan kanalisasi yang
diterapkan merupakan metode pengaturan arus lalu lintas dengan membagi
jalur kendaraan secara terstruktur.
Titik-titik tersebut tersebar mulai dari kawasan Taman Pelangi hingga jalur menuju wilayah Tembaan–Bubutan.
"Jarak
antar titik pengamanan juga telah dihitung secara presisi, untuk
memastikan distribusi personel merata dan respons cepat terhadap potensi
kepadatan maupun gangguan lalu lintas," tutur AKBP Rosyid, Senin
(27/4/26).
AKBP Rosyid menegaskan menjadi titik fokus antara lain
kawasan Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, hingga pusat kota seperti
Tunjungan dan Tegalsari.
"Wilayah-wilayah ini dikenal sebagai jalur vital dengan intensitas kendaraan tinggi," terang AKBP Rosyid.
Waka Polrestabes Surabaya mengungkapkan, dalam kegiatan pelayanan pengamanan ini Polrestabes Surabaya tidak bekerja sendiri.
Kekuatan personel melibatkan unsur kepolisian dari berbagai satuan, termasuk lalu lintas, samapta, hingga unit reskrim.
"Dukungan dari instansi lintas sektor turut memperkuat pelayanan pengamanan di lapangan," kata AKBP Rosyid.
Ia menjelaskan jumlah personel di setiap titik disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kepadatan arus lalu lintas.
Beberapa lokasi strategis bahkan diperkuat hingga puluhan personel guna memastikan pengendalian situasi tetap optimal.
“Pengaturan
ini dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,
sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi. Kami
mengedepankan langkah preventif dan humanis,” ujarnya.
Selain
pengaturan lalu lintas sambung AKBP Rosyid, titik-titik yang berdekatan
dengan pusat aktivitas massa juga menjadi perhatian utama.
Kawasan seperti Bundaran Waru, Wonokromo, dan jalur menuju pusat kota diprediksi menjadi titik konsentrasi pergerakan massa.
Dengan
pola kanalisasi ini, petugas pelayanan dapat mengarahkan arus kendaraan
agar tidak bertabrakan dengan jalur mobilisasi peserta aksi.
Skema ini juga memungkinkan pengalihan arus secara fleksibel apabila terjadi eskalasi situasi di lapangan.
AKBP
Rosyid kepada masyarakat untuk tetap mematuhi arahan petugas serta
memperhatikan rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama kegiatan
berlangsung.
Dengan strategi ini, diharapkan peringatan Hari
Buruh dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu
stabilitas aktivitas kota. (*)

Komentar
Posting Komentar